“Bagi saya, cinta bukan fantasi, tidak seperti yang digambarkan dalam novel dan dongeng. Cinta itu sejelas dan senyata stasiun kereta bawah tanah. Cinta datang secara teratur dan selama Anda tetap di peron, Anda tidak akan ketinggalan.”—Lois Brady Smith, penulis.
“Bertemunya dua kepribadian seperti tercampurnya dua macam zat kimia. Jika ada reaksi, keduanya berubah. ” —Carl Jung, Psikoanalisis.
“Tanda bahwa Anda benar-benar jatuh cinta adalah... Anda jatuh cinta, kemudian baru mencari alasannya.”—Shana Alexander, penulis.
“Jika waktunya sudah tiba, cinta akan mencari Anda... Jika Anda berkata “Tidak! Saya tidak menginginkannya sekarang,” saat itulah Anda pasti mendapatkannya. ”—Lynda Barry, kartunis.
“Anda tahu kapan Anda jatuh cinta karena ketika rasa itu hilang, Anda akan segera merindukannya. Hal-hal yang dulu mungkin menyebalkan, sekarang menjadi lucu dan menyenangkan. ”—Sarah Maurice, mahasiswi.
“Keajaiban cinta pertama berakhir karena kelalaian kita. ”—Benjamin Disraeli, Perdana menteri Inggris, 1804-1881
“Hal yang paling romantis yang pernah dilakukan seorang pria terhadap wanita adalah bersikap tulus, menenangkannya, dan selalu mendengarkan.”—Bill Barnett, 16 tahun.
“Betapapun kasmarannya seorang wanita, dia tidak seharusnya menikahi pria pertama yang hadir dalam hidupnya.”—Joyce Bothers, psikolog.
“Seorang wanita sebaiknya jatuh cinta kepada pria jahat sekali atau dua kali dalam hidupnya, sebagai rasa syukur karena akhirnya mendapatkan yang baik.”—Marjorie Kinnan Rawlings, penulis 1896-1953
“Masa sedih karena putus cinta tidak boleh melebihi masa berpacaran.”—Rita Rudner, pelawak.
“Tantangan terbesar bagi wanita yang tabah adalah... memilih pria yang tepat di antara para pria yang tertarik terhadap dirinya.”—Gilda Carle, psikolog.
“Berikan ruang dalam kebersamaan kalian... Karena pilar-pilar di kuil pun ada jaraknya. Pohon Ek dan pohon Cemara pun tidak tumbuh di atas bayangan masing-masing.” —Kahlil Gibran, penulis. 1883-1931
“Cinta bagaikan sekelibat cahaya di tangan. Jika telapak tangan dibuka, cahaya itu terlihat. Jika berusaha menangkapnya, dia akan lari.”—Dorothy Parker, humoris. 1893-1967
“Jika bertemu orang yang istimewa, kau harus peluk erat-erat. Jika tidak, ketika kau sudah berumur 60 tahun dan hidup sendirian, kau akan berharap bisa mencintai orang yang seistimewa dirinya.”—Sylvester Stallone in Stop! Or my mom will shoot.
“Anda berpikiran pendek jika mengesampingkan teman hanya karena seorang pria.”—Molly Morgenstern, penulis.
“Menikahlah denganku!” Dua kata yang mengubah hidupmu.”—Wendy Goldberg dan Betty Goodwin, penulis.
“Cara terbaik merangkul pria adalah dengan lenganmu.”—Mae West, aktris. 1892-1980
“Hati adalah museum hidup. Dalam setiap galerinya, betapapun sempit dan remang-remang, tersimpan selamanya momen-momen penuh kasih kita, seperti sesuatu yang indah.”—Diane Ackerman, penulis.
Kamis, 01 Januari 2009
Langganan:
Komentar (Atom)